“Produktif Forever”
Oleh : Latiefah Hidayatun
Memutuskan menikah
adalah sebuah tanda kesiapan diri untuk kehidupan selanjutnya dengan pasangan
hidup yang selalu penuh dengan berbagai pertimbangan. Apakah nantinya suami
setuju ataukah tidak dengan segala aktivitas kita ataupun setiap
keputusan-keputusan kita dalam berbagai hal. Istri yang sholehah pastinya akan
selalu menaati apa yang menjadi keputusan suami.
Sudah terbayangkah di
benak kita sebelum kita sah menjadi istri seseorang pastinya ada begitu banyak
konsekuensi yang perlu dijalani pasca menikah? Tentu sudah menjadi pertimbangan
utama kita jika kita sudah memutuskan untuk serius menikah. Menikah bukan
berarti menghalangi kita untuk melakukan banyak hal. Apapun yang kita
cita-citakan selama ini bisa kita lanjutkan saat sudah berada disisi suami, tentunya
harus dengan ijin suami. menjadi lebih produktif itulah yang selalu seorang
muslimah inginkan ketika sudah berstatus menjadi seorang istri.
1.
Produktif
sebagai istri
Istri tetap produktif pasca nikah atas ijin suami. hal
tersebut perlu dikomunikasikan terutama saat masa taaruf agar nantinya tidak
terjadi miss komunikasi diantara keduanya. Yang terpenting adalah istri tetap
menjadi penyejuk pandangan suami baik perawatan diri maupun peningkatan
peningkatan kapasitas diri. Iner beauty seorang istri akan keluar ketika
semakin dewasa.
2.
Produktif
sebagai ibu
Visi mendidik anak dimulai saat belum punya anak. Sehingga
kedepan kita punya pandangan mau menjadi ibu seperti apa? Menjadi seorang ibu
harus banyak belajar bagaimana mendidik anak agar menjadi generasi yang sholih/
sholihah dan qur’ani tentunya.
3.
Produktif di
masyarakat
Bermanfaat di masyarakat membutuhkan energi yang luar biasa
ditengah kesibukan sebagai seorang istri, ibu atau bahkan ibu bekerja. Kuncinya
adalah ketika di masyarakat adalah komunikasi yang baik kepada tetangga, dengan
bergaul, menyapa, dan membantu apabila tetangga ada kesulitan.
4.
Produktif
sebagai ibu bekerja
Dalam islam, istri bekerja adalah sedekah bukan kewajiban. Dan itu,
harus atas ijin suami. Dilihat lagi baik buruknya ketika istri bekerja. Jika
ketika istri bekerja, suami merasa sangat keberatan, bahkan istri menjadi lalai
dengan kewajiban utamanya apalagi jika sudah ada momongan dan anak menjadi
tersiakan, kurang kasih sayang, maka keturutsertaan istri untuk bekerja perlu
dipertimbangkan/ dikomunikasikan lagi berdua dengan suami.
So,
sobat muslimah...jangan takut menikah karna takut tak produktif yaa...semua
bisa karna semangat kita dan semangat dari pasangan kita. Yang paling utama
adalah komunikasi itu penting bangetss..
J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar