Sabtu, 29 Oktober 2016

“Produktif Forever”


“Produktif Forever”
Oleh : Latiefah Hidayatun

Memutuskan menikah adalah sebuah tanda kesiapan diri untuk kehidupan selanjutnya dengan pasangan hidup yang selalu penuh dengan berbagai pertimbangan. Apakah nantinya suami setuju ataukah tidak dengan segala aktivitas kita ataupun setiap keputusan-keputusan kita dalam berbagai hal. Istri yang sholehah pastinya akan selalu menaati apa yang menjadi keputusan suami.
Sudah terbayangkah di benak kita sebelum kita sah menjadi istri seseorang pastinya ada begitu banyak konsekuensi yang perlu dijalani pasca menikah? Tentu sudah menjadi pertimbangan utama kita jika kita sudah memutuskan untuk serius menikah. Menikah bukan berarti menghalangi kita untuk melakukan banyak hal. Apapun yang kita cita-citakan selama ini bisa kita lanjutkan saat sudah berada disisi suami, tentunya harus dengan ijin suami. menjadi lebih produktif itulah yang selalu seorang muslimah inginkan ketika sudah berstatus menjadi seorang istri.
1.      Produktif sebagai istri
Istri tetap produktif pasca nikah atas ijin suami. hal tersebut perlu dikomunikasikan terutama saat masa taaruf agar nantinya tidak terjadi miss komunikasi diantara keduanya. Yang terpenting adalah istri tetap menjadi penyejuk pandangan suami baik perawatan diri maupun peningkatan peningkatan kapasitas diri. Iner beauty seorang istri akan keluar ketika semakin dewasa. 
2.      Produktif sebagai ibu
Visi mendidik anak dimulai saat belum punya anak. Sehingga kedepan kita punya pandangan mau menjadi ibu seperti apa? Menjadi seorang ibu harus banyak belajar bagaimana mendidik anak agar menjadi generasi yang sholih/ sholihah dan qur’ani tentunya.
3.      Produktif di masyarakat
Bermanfaat di masyarakat membutuhkan energi yang luar biasa ditengah kesibukan sebagai seorang istri, ibu atau bahkan ibu bekerja. Kuncinya adalah ketika di masyarakat adalah komunikasi yang baik kepada tetangga, dengan bergaul, menyapa, dan membantu apabila tetangga ada kesulitan.
4.      Produktif sebagai ibu bekerja
Dalam islam, istri bekerja adalah sedekah bukan kewajiban. Dan itu, harus atas ijin suami. Dilihat lagi baik buruknya ketika istri bekerja. Jika ketika istri bekerja, suami merasa sangat keberatan, bahkan istri menjadi lalai dengan kewajiban utamanya apalagi jika sudah ada momongan dan anak menjadi tersiakan, kurang kasih sayang, maka keturutsertaan istri untuk bekerja perlu dipertimbangkan/ dikomunikasikan lagi berdua dengan suami.
            So, sobat muslimah...jangan takut menikah karna takut tak produktif yaa...semua bisa karna semangat kita dan semangat dari pasangan kita. Yang paling utama adalah komunikasi itu penting bangetss..
J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar