“Tak
Sekedar I Love U”
Oleh:
Latiefah Hidayatun
Setiap bahasa memang
indah. Mengungkapkan, menjelaskan, dan menuangkan setiap pikiran. Antara satu
dengan yang lainnya menjadi bisa berterima, berpaham, dan berarti. Bahasa itu
indah jika pada tempatnya. Mampu menyejukkan jika disampaikan sepenuh hati. Mampu
sampai ke lubuk hati jika disampaikan dengan hati pula. Dengan bahasa yang
tercipta, setiap manusia, bahkan semua ciptaan Allah Swt mampu berinteraksi dan
berkomunikasi. Indahnya suatu hubungan terwarnai karena bahasa itu sendiri. Ada
berbagai macam cara berbahasa. Mulai dari lisan, tulisan, bahkan gerak tubuh
pun juga bisa dinamakan berbahasa karena dianggap mampu menyampaikan pesan
kepada pihak lain.
Sobat muslimah,
membicarakan bahasa selalu berhubungan dengan komunikasi. Wahai muslimah yang
“shocan” (red: sholehah cantik) yang sedang berusaha belajar menjadi calon isteri
yang baik, membangun rumah tangga dengan suami kelak memerlukan seni dalam
berkomunikasi. Memerlukan bahasa cinta yang manis, yang mampu menghidupkan arus
rumah tangga. Menjadi penyemangat dan penyejuk dalam keluarga.
Kehidupan pasca
menikah tak melulu terasa manis. Tak melulu indah seperti yang dibayangkan.
Pasti sedikit ada tiupan angin yang bisa meliukkan rumah tangga. Sedikit
terpaan ombak yang mampu merubah suasana dalam istananya. Sebagai calon istri
dan calon ibu yang baik, insyaAllah, kita harus tahu apa saja yang perlu
diperhatikan dan perlu diantisipasi agar komunikasi kita dengan suami nantinya
bisa efektif. Hubungan dengan keluarga kita dan keluarga suami dapat terjaga.
Sehingga kita bisa membangun istana keluarga kita masing-masing yang
menentramkan. So, disimak yaa...
1.
Pindah
yukk...
Setelah
menikah nanti, pasti kita dihadapkan pada satu pilihan. Dimanakah tempat kita
tinggal selanjutnya? Apakah masih bersama orangtua ataukah hidup sendiri
terpisah dengan orangtua. Pasangan muda biasanya bingung karena penghasilan
belum mencukupi untuk memiliki tempat tinggal sendiri. Namun, perlu diketahui
bahwa, akan sangat berbeda sekali rumah tangga kita nanti, antara kita tinggal
masih dengan orangtua, atau kita sudah tinggal terpisah dengan orangtua. Dalam
satu rumah itu akan lebih baik jika hanya ada satu keluarga. Artinya akan
sangat baik sekali jika kita bisa hidup mandiri terpisah dengan orangtua.
Karena intervensi dari orangtua sedikit banyak akan berpengaruh pada hubungan
rumah tangga kita. Bisa jadi orangtua akan banyak turut campur dalam kehidupan
rumah tangga kita. Padahal, rumah tangga kita adalah negara kita sendiri yang
kita punya hak prerogatif untuk mengatur dan mengurusnya. So, jangan takut
pisah rumah dengan orangtua yaa, kita kan udah gede...hee... InsyaAllah, rejeki
Allah yang ngaturr..
2.
Satu dompet
aja...
Suksenya
suatu rumah tangga juga sangat berhubungan dengan bagaimana kita memanage
finansial keluarga. Salah satunya adalah buatlah suatu kesepakatan, tidak ada
uang suami, tidak ada uang istri, tapi uang bersama. Disimpan dalam satu dompet
yang sama, dan dikeluarkan dari satu dompet yang sama pula. Semua tahu setiap
transaksinya. Bahkan urusan finansial pun bisa jadi lebih romantis. Jadi, satu
dompet aja yukk... :)
3.
Kita memang
berbeda, tapi tetap satu jua...
Setiap
suami dan istri memiliki karakter yang berbeda. Laki-laki itu biasanya lebih
cool, lebih suka diam tak banyak kata yang terucap. Talk less, do more. Namun perempuan,
selalu saja tak terhitung berapa jumlah kata yang dikeluarkan dalam seharinya.
Hee...maklum perempuan itu suka sekali dengan kata-kata. Dalam berumah tangga
pastinya sering akan bertemu dengan banyak perbedaan antara suami dan istri.
Kita bisa dikatakan sukses dalam berumah tangga jika kita mampu bertahan dalam
setiap perbedaan itu. Bagaimana caranya? Sikapilah dengan bijak, mau
mendengarkan apa yang diinginkan pasangan kita dan memahaminya.
4.
Ssstt...secret
ya...!!! Untuk kalangan sendiri...
Masalah
itu pasti ada dalam kehidupan manusia. Bahkan dalam berumah tangga. Seberat
apapun permasalahan keluarga kita tak perlu orang lain tahu. Bahkan orangtua
kita. Jadi, harap disimpan baik-baik antara suami dan istri, dan diharapkan dapat
diselesaikan bersama antara suami dan istri saja. Tak perlu pihak lain turut
serta dalam permasalahan keluarga kita. So, pandai-pandai menyimpan rahasia...
5.
Share
everything deh...
Saat-saat
indah dalam kehidupan suami istri adalah saat-saat dimana bisa bercerita
bersama. Saling sharing, saling mendengarkan. Disitulah kita berlatih menjadi
penyampai yang baik dan pendengar yang baik pula. Karena saat itulah kita bisa
punya teman hidup, pendamping hidup, tempat berbagi apapun juga...yee, gak
kesepian lagi deh...
Jadi sobat muslimah,
menjalin komunikasi dalam keluarga kecil kita nanti ya susah-susah gampang.
Perlu difikirkan sebelum diungkapkan. Perlu pertimbangan sebelum menjadi tindakan.
Berawal dari dua kehidupan yang berbeda dan kini saling berdampingan dan
menjadi satu, satu forum keluarga. Yang dulunya “Aku” dan “Kamu” saja, sekarang
telah menjadi “Kita”. Kita bersama. Romantisnya hubungan suami istri itu tak
sekedar “Say I love U”, tapi perlu seni, trik and trik untuk bisa
bertahan dalam setiap perbedaaan yang ada. So, semangat berjuang yaa sobat
muslimah untuk membangun komunikasi terromantisnya di istana keluarganya
masing-masing, dengan seni dan style masing-masing juga. SemangkA....semangat
karena Allah SWT... Bismillah...yuk berumah tangga...
J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar