Sabtu, 29 Oktober 2016

“Tak Sekedar I Love U”


“Tak Sekedar I Love U”
Oleh: Latiefah Hidayatun

Setiap bahasa memang indah. Mengungkapkan, menjelaskan, dan menuangkan setiap pikiran. Antara satu dengan yang lainnya menjadi bisa berterima, berpaham, dan berarti. Bahasa itu indah jika pada tempatnya. Mampu menyejukkan jika disampaikan sepenuh hati. Mampu sampai ke lubuk hati jika disampaikan dengan hati pula. Dengan bahasa yang tercipta, setiap manusia, bahkan semua ciptaan Allah Swt mampu berinteraksi dan berkomunikasi. Indahnya suatu hubungan terwarnai karena bahasa itu sendiri. Ada berbagai macam cara berbahasa. Mulai dari lisan, tulisan, bahkan gerak tubuh pun juga bisa dinamakan berbahasa karena dianggap mampu menyampaikan pesan kepada pihak lain.
Sobat muslimah, membicarakan bahasa selalu berhubungan dengan komunikasi. Wahai muslimah yang “shocan” (red: sholehah cantik) yang sedang berusaha belajar menjadi calon isteri yang baik, membangun rumah tangga dengan suami kelak memerlukan seni dalam berkomunikasi. Memerlukan bahasa cinta yang manis, yang mampu menghidupkan arus rumah tangga. Menjadi penyemangat dan penyejuk dalam keluarga.
Kehidupan pasca menikah tak melulu terasa manis. Tak melulu indah seperti yang dibayangkan. Pasti sedikit ada tiupan angin yang bisa meliukkan rumah tangga. Sedikit terpaan ombak yang mampu merubah suasana dalam istananya. Sebagai calon istri dan calon ibu yang baik, insyaAllah, kita harus tahu apa saja yang perlu diperhatikan dan perlu diantisipasi agar komunikasi kita dengan suami nantinya bisa efektif. Hubungan dengan keluarga kita dan keluarga suami dapat terjaga. Sehingga kita bisa membangun istana keluarga kita masing-masing yang menentramkan. So, disimak yaa...
1.      Pindah yukk...
Setelah menikah nanti, pasti kita dihadapkan pada satu pilihan. Dimanakah tempat kita tinggal selanjutnya? Apakah masih bersama orangtua ataukah hidup sendiri terpisah dengan orangtua. Pasangan muda biasanya bingung karena penghasilan belum mencukupi untuk memiliki tempat tinggal sendiri. Namun, perlu diketahui bahwa, akan sangat berbeda sekali rumah tangga kita nanti, antara kita tinggal masih dengan orangtua, atau kita sudah tinggal terpisah dengan orangtua. Dalam satu rumah itu akan lebih baik jika hanya ada satu keluarga. Artinya akan sangat baik sekali jika kita bisa hidup mandiri terpisah dengan orangtua. Karena intervensi dari orangtua sedikit banyak akan berpengaruh pada hubungan rumah tangga kita. Bisa jadi orangtua akan banyak turut campur dalam kehidupan rumah tangga kita. Padahal, rumah tangga kita adalah negara kita sendiri yang kita punya hak prerogatif untuk mengatur dan mengurusnya. So, jangan takut pisah rumah dengan orangtua yaa, kita kan udah gede...hee... InsyaAllah, rejeki Allah yang ngaturr..
2.      Satu dompet aja...
Suksenya suatu rumah tangga juga sangat berhubungan dengan bagaimana kita memanage finansial keluarga. Salah satunya adalah buatlah suatu kesepakatan, tidak ada uang suami, tidak ada uang istri, tapi uang bersama. Disimpan dalam satu dompet yang sama, dan dikeluarkan dari satu dompet yang sama pula. Semua tahu setiap transaksinya. Bahkan urusan finansial pun bisa jadi lebih romantis. Jadi, satu dompet aja yukk... :)
3.      Kita memang berbeda, tapi tetap satu jua...
Setiap suami dan istri memiliki karakter yang berbeda. Laki-laki itu biasanya lebih cool, lebih suka diam tak banyak kata yang terucap. Talk less, do more. Namun perempuan, selalu saja tak terhitung berapa jumlah kata yang dikeluarkan dalam seharinya. Hee...maklum perempuan itu suka sekali dengan kata-kata. Dalam berumah tangga pastinya sering akan bertemu dengan banyak perbedaan antara suami dan istri. Kita bisa dikatakan sukses dalam berumah tangga jika kita mampu bertahan dalam setiap perbedaan itu. Bagaimana caranya? Sikapilah dengan bijak, mau mendengarkan apa yang diinginkan pasangan kita dan memahaminya.
4.      Ssstt...secret ya...!!! Untuk kalangan sendiri...
Masalah itu pasti ada dalam kehidupan manusia. Bahkan dalam berumah tangga. Seberat apapun permasalahan keluarga kita tak perlu orang lain tahu. Bahkan orangtua kita. Jadi, harap disimpan baik-baik antara suami dan istri, dan diharapkan dapat diselesaikan bersama antara suami dan istri saja. Tak perlu pihak lain turut serta dalam permasalahan keluarga kita. So, pandai-pandai menyimpan rahasia...
5.      Share everything deh...
Saat-saat indah dalam kehidupan suami istri adalah saat-saat dimana bisa bercerita bersama. Saling sharing, saling mendengarkan. Disitulah kita berlatih menjadi penyampai yang baik dan pendengar yang baik pula. Karena saat itulah kita bisa punya teman hidup, pendamping hidup, tempat berbagi apapun juga...yee, gak kesepian lagi deh...
Jadi sobat muslimah, menjalin komunikasi dalam keluarga kecil kita nanti ya susah-susah gampang. Perlu difikirkan sebelum diungkapkan. Perlu pertimbangan sebelum menjadi tindakan. Berawal dari dua kehidupan yang berbeda dan kini saling berdampingan dan menjadi satu, satu forum keluarga. Yang dulunya “Aku” dan “Kamu” saja, sekarang telah menjadi “Kita”. Kita bersama. Romantisnya hubungan suami istri itu tak sekedar “Say I love U”, tapi perlu seni, trik and trik untuk bisa bertahan dalam setiap perbedaaan yang ada. So, semangat berjuang yaa sobat muslimah untuk membangun komunikasi terromantisnya di istana keluarganya masing-masing, dengan seni dan style masing-masing juga. SemangkA....semangat karena Allah SWT... Bismillah...yuk berumah tangga...

J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar