Minggu, 23 Oktober 2016

Rute Indah Menuju Berkah


Rute Indah Menuju Berkah
Oleh: Latiefah Hidayatun

Berjalan itu memang sangat melelahkan jika tanpa tujuan. Hanya berputar-putar tanpa kepastian. Bahkan berjalan itu akan sangat menyakitkan jika jalur yang kita tempuh itu tak sesuai. Kerikil kecil, duri ditengah jalan bisa saja menjadi ancaman yang siap melukai. Jika kita tak jeli, lubang di tengah jalan pun dapat menjerumuskan, hingga kita terperosok ke dalamnya. Saat berjalan kita butuh Sang Pemandu. Butuh cahaya untuk menerangi langkah kita. Butuh semilir aroma angin untuk menenangkan jiwa kita. Butuh energi positif untuk kekuatan kita. Kita butuh semua itu. Dan itu tak bisa dipungkiri. Manusia tempatnya salah dan lupa. Salah perlu dibenarkan, dan lupa perlu diingatkan. Kita punya Dia. Dia yang menjadi Guide kehidupan kita.
Rethinking, berpikir ulang tentang sebuah perjanjian yang agung itu. Melaksanakan sunah sempurna dariNya. Aku hanya muslimah biasa yang ilmunya baru saja dan sebatas. Begitu awam tentang sebuah pernikahan.

“Pernikahan itu seperti apa ya? Bagaimana caranya?”, gumamku.

Seseorang pernah berkata bahwa, “Pernikahan itu bukan permainan. Jadi jangan bermain-main dengan pernikahan. Bagaimana menuju ke pernikahan itu ada rutenya sendiri!”
“Ohh.. begitukah?”
Benakku penuh tanda tanya. Aku mulai sampai pada titik ketidakmampuanku untuk berpikir. Buntu. Saatnya silaturahim dan bertanya pada sahabat syurga. Sharing ilmu biar hidup makin bermutu. Hihihi...

“Ingin kau tempuh dengan rute yang seperti apa dan bagaimana, itu akan berpengaruh pada keberkahan pernikahanmu nanti?” begitu kata seorang sahabat.

Aku menarik napas panjang, terasa berat saat melepaskannya. Berpikir sejenak tentang kata-kata itu. Selalu terngiang dan menjadi pengingat bagiku. Aku hanya manusia yang lemah, yang selalu mengharap kebaikan pada Sang Maha Baik. Ingin sekali, disaat-saat masa pencarian ini, aku bisa di bimbing bertemu dengan kekasih hati pilihanNya dengan cara yang diridhoinya.
Dua jam adalah waktu yang cukup untukku mendapatkan begitu banyak hikmah penentram jiwa dari seorang sahabat ini, yang insyaAllah persahabatan ini sampai ke syurga.
Satu kesimpulan yang kudapat. Nikah berkah itu tanpa rute pacaran. “Say No to Pacaran!”. Apa sih pacaran itu? Gak banget dan gak gaul dalam islam. Its okay! Yeee...Alhamdulillah beruntungnya aku selama ini jadi anak kuper hehe...
Nikah berkah itu, perlu ada perantara. Bukan makelar lho yaaa...Perantara disini adalah pihak ketiga yang bisa membantu mencari tahu, mengulik kehidupan sang calon. Supaya jelas dan akurat. Wuiihhh uda kayak detektif aja...
Oh iya sebelumnya.. yakinkan dulu deh diri ini untuk masuk proses taarufnya. Jangan lupa minta ijin dulu pada orangtua  dan selalu jalin komunikasi positif pada orangtua.
Nikah berkah itu tak perlu waktu lama. Cocok langsung bungkusss...Heehee... Dan akhirnya khitbah juga. Siippp...
Hati-hati dengan masa transisi dari khitbah ke masa halal sesungguhnya. Jangan sampai terperdaya setan. Komunikasi yang terlalu instens sebelum pernikahan akan menodai proses kita menuju nikah berkah ini. Ingat, dimasa transisi ini dia belum milikmu sepenuhnya...
Semoga Nikah berkah itu menjadi milikku, milikmu, dan milik semuanya. Aamiin. Tentukan rutemu mulai dari sekarang!!!


J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar