Rute
Indah Menuju Berkah
Oleh:
Latiefah Hidayatun
Berjalan itu memang
sangat melelahkan jika tanpa tujuan. Hanya berputar-putar tanpa kepastian. Bahkan
berjalan itu akan sangat menyakitkan jika jalur yang kita tempuh itu tak
sesuai. Kerikil kecil, duri ditengah jalan bisa saja menjadi ancaman yang siap
melukai. Jika kita tak jeli, lubang di tengah jalan pun dapat menjerumuskan,
hingga kita terperosok ke dalamnya. Saat berjalan kita butuh Sang Pemandu. Butuh
cahaya untuk menerangi langkah kita. Butuh semilir aroma angin untuk
menenangkan jiwa kita. Butuh energi positif untuk kekuatan kita. Kita butuh
semua itu. Dan itu tak bisa dipungkiri. Manusia tempatnya salah dan lupa. Salah
perlu dibenarkan, dan lupa perlu diingatkan. Kita punya Dia. Dia yang menjadi Guide
kehidupan kita.
Rethinking, berpikir ulang tentang sebuah perjanjian yang agung itu. Melaksanakan
sunah sempurna dariNya. Aku hanya muslimah biasa yang ilmunya baru saja dan
sebatas. Begitu awam tentang sebuah pernikahan.
“Pernikahan itu
seperti apa ya? Bagaimana caranya?”, gumamku.
Seseorang pernah
berkata bahwa, “Pernikahan itu bukan permainan. Jadi jangan bermain-main
dengan pernikahan. Bagaimana menuju ke pernikahan itu ada rutenya sendiri!”
“Ohh.. begitukah?”
Benakku penuh tanda
tanya. Aku mulai sampai pada titik ketidakmampuanku untuk berpikir. Buntu.
Saatnya silaturahim dan bertanya pada sahabat syurga. Sharing ilmu biar hidup
makin bermutu. Hihihi...
“Ingin kau tempuh
dengan rute yang seperti apa dan bagaimana, itu akan berpengaruh pada keberkahan
pernikahanmu nanti?” begitu kata seorang sahabat.
Aku menarik napas
panjang, terasa berat saat melepaskannya. Berpikir sejenak tentang kata-kata
itu. Selalu terngiang dan menjadi pengingat bagiku. Aku hanya manusia yang
lemah, yang selalu mengharap kebaikan pada Sang Maha Baik. Ingin sekali,
disaat-saat masa pencarian ini, aku bisa di bimbing bertemu dengan kekasih hati
pilihanNya dengan cara yang diridhoinya.
Dua jam adalah waktu
yang cukup untukku mendapatkan begitu banyak hikmah penentram jiwa dari seorang
sahabat ini, yang insyaAllah persahabatan ini sampai ke syurga.
Satu kesimpulan yang
kudapat. Nikah berkah itu tanpa rute pacaran. “Say No to Pacaran!”. Apa sih
pacaran itu? Gak banget dan gak gaul dalam islam. Its okay! Yeee...Alhamdulillah
beruntungnya aku selama ini jadi anak kuper hehe...
Nikah berkah itu,
perlu ada perantara. Bukan makelar lho yaaa...Perantara disini adalah pihak
ketiga yang bisa membantu mencari tahu, mengulik kehidupan sang calon. Supaya
jelas dan akurat. Wuiihhh uda kayak detektif aja...
Oh iya sebelumnya..
yakinkan dulu deh diri ini untuk masuk proses taarufnya. Jangan lupa minta ijin
dulu pada orangtua dan selalu jalin
komunikasi positif pada orangtua.
Nikah berkah itu tak
perlu waktu lama. Cocok langsung bungkusss...Heehee... Dan akhirnya khitbah
juga. Siippp...
Hati-hati dengan masa
transisi dari khitbah ke masa halal sesungguhnya. Jangan sampai terperdaya
setan. Komunikasi yang terlalu instens sebelum pernikahan akan menodai proses
kita menuju nikah berkah ini. Ingat, dimasa transisi ini dia belum milikmu
sepenuhnya...
Semoga Nikah berkah
itu menjadi milikku, milikmu, dan milik semuanya. Aamiin. Tentukan rutemu mulai
dari sekarang!!!
J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar